Safari Ramadhan 1431 H (Ep. 1)




Tahun ini merupakan Ramadhan ke-2 saya di Kota Kendari, dan Ramadhan pertama saya sebagai anak kost. Hohoho.. Tahun lalu saya melaksanakan ibadah sholat malam sebagian besar di masjid belakang rumah domisili saya (rumah kakak sepupu, red), hanya 2 kali mengunjungi mesjid lain. Jadi, kondisinya sudah hapal di luar kepala, timing-nya pun sudah bisa diperkirakan. Menempuh jarak 3 menit berjalan kaki melintasi semak belukar dengan diterangi cahaya rembulan dan diiringi suara jangkrik (apaaannn.. lebayyyy), dipimpin oleh imam yang sama setiap hari, dengan bacaan yang saya akui sangat fasih dengan lantunan tajwid yang patut diacungi jempol, namun dengan tempo yang sangat kilat.. Alamakkk… Ngos-ngosan dehh sehabis sholat.. Bertemu jamaah yang itu-itu saja tiap hari, yang hingga penghujung ramadhan semakin menipis hingga hanya menyisakan 1 shaf yang terisi.. Masalah yang klasik..

Namun tahun ini, saya bertekad membuat Ramadhan saya berbeda dan lebih berkesan (Kali aja tahun depan sudah tidak disini lagi. Hehehehhh..) Dibumbui sedikit petualangan, saya bersama teman-teman dari BRITON International English School (kedengarannya rame banget yah, padahal personil tetapnya cuma 5 orang : Mem Irna – Mr Akbar – Mr Amin – Mr Ipin – Mem Ikho, dan pada minggu pertama I’m the only one girl in this parade.. *T_T*.. because the other girls are.. *yah, u know lah..) tiap malamnya mengunjungi mesjid yang berbeda yang tersebar di Kota Kendari untuk terawehan, dan tentu saja setelahnya dilanjutkan dengan wisata kuliner.. ^^

1.  Mesjid Agung Kendari – 11 Agustus 2010

Tarwih malam ke-2, shaf-shaf tersusun rapi hingga mencapai teras masjid. Mesjid Agung merupakan mesjid terbesar di kota Kendari, dan tiap tahun menjadi tujuan utama bagi masyarakat setempat untuk melaksanakan ibadah Sholat Tarwih. Kubah mesjid yang menjulang tinggi semakin mempertegas kesan lapang di mesjid tersebut. Area parkir yang sangat luas pun sangat memudahkan jamaah yang umumnya membawa kendaraan pribadi.  Ditambah dengan fasilitas tempat wudhu yang sangat memadai. Parameter fasilitas wudhu yang baik menurut saya adalah jika area wudhu wanita tertutup, tersedia air yang memadai, toilet yang memadai pula dan tentu saja kebersihan yang terjaga.

Sholat Isya dimulai tepat pukul 19.30 waktu setempat (jam di tanganku menunjukkan waktu yg lebih cepat 10 menit), bacaan Sholat dari Imam sangat fasih, dengan pilihan surah di luar hafalanku .. *T_T..  namun dengan tempo yang cukup slow. Setelah itu dilanjutkan ceramah agama yang dibawakan oleh pejabat dari pemerintah daerah. Hal ini umum terjadi di sini. Sholat tarwih dengan formasi 2-2-2-2 sebagaimana umumnya, dipimpin oleh imam dengan tajwid yang sangat fasih, pilihan surah hanya 2-3 ayat yang dilantunkan secara berurutan dari rakaat ke rakaat, dan tempo Sholat yang sangat moderat. Sangat berbeda dengan Sholat witir yang kembali dipimpin oleh imam Sholat Isya tadi . Walhasil, 3 rakaat Sholat Witir menyamai periode 2 ronde Sholat Tarwih..

Overall, Sholat ditempat ini sebenarnya cukup nyaman. Sayangnya, dengan kondisi jamaah yang cukup padat, ventilasi udara menjadi kurang memadai dan system pendingin ruangan yang tidak terdistribusi secara merata di dalam ruangan menjadikan suhu di dalam mesjid cukup membuat gerah. Ujung-ujungnya bikin sholat kita tidak bisa totally khusuk. Belum lagi tidak ada tirai hijab antara shaf pria dan wanita. Berhati-hati pulalah menyimpan sandal Anda, yang namanya mesjid yang ramai pastilah rawan dengan pencurian..

2.  Mesjid Fastabiqul Khairat – 12 Agustus 2010

Terletak di pinggir jalan raya area Kemaraya (tak tau saya nama jalannya apa, pokoknya dekat SMUN 1 Kendari dehh, hehehhh..), saya sebenarnya cukup sering melintas di depan mesjid ini, dan sangat berniat suatu hari bisa merasakan menunaikan sholat didalamnya. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga pada tarwih malam ke-3 tahun ini.. ^^

Bangunan mesjid sebenarnya tidak begitu luas jika dibandingkan Mesjid Agung, namun arsitekturnya lebih modern dan berkesan lebih fresh. Karena pada hari itu kami sangat bersemangat hingga datang lebih awal, jadi bisa dapat shaf paling depan. Walaupun berdampingan dengan anak-anak, namun mereka tidak membuat gaduh dan tidak pula bermain di dalam mesjid. Hal yang sangat positif menurut saya. Menjelang pelaksanaan sholat, shaf-shaf pun terisi penuh, untunglah ada hijab antara shaf pria dan wanita, meskipun tingginya cuma sepinggang. Sholat Isya berjalan lancar, dengan bacaan yang baik dan tempo sholat  yang pas. Dilanjutkan dengan ceramah agama yang dibawakan oleh khotib dengan semangat yang patut diacungi jempol. Berlanjut ke pelaksanaan Sholat Tarwih dan Witir yang juga berjalan lancar, seperti umumnya di mesjid lain pilihan surah tidaklah panjang, hanya 2-3 ayat namun terus berkesinambungan dari rakaat ke rakaat. Sesi malam ini ditutup dengan doa bersama seluruh jamaah sholat yang dipimpin oleh imam mesjid.

Overall, sholat di mesjid ini sesuai dengan ekspektasi saya, sangat nyaman. Meskipun terdapat kekurangan pada area parkir yang cukup terbatas karena area halaman yang tidak begitu luas dan sangat dekat ke jalan raya, serta anak-anak yang bermain di luar mesjid yang cukup membuat gaduh. Namun masih dapat ditolerir dengan ketenteraman yang diperoleh di dalam mesjid.. Recommended lah pokoknya.. ^^

3.  Mesjid Fajar Shadiq Makassar – 13 Agustus 2010

Loh kok masjid ini nyisip disini? Sebenarnya cuma mau mereport pengalaman saya mudik ke Makassar selama  beberapa hari. The one and only mesjid yang ku kunjungi dari tahun ke tahun selama saya menghabiskan waktu di Makassar, yah di mesjid ini. Mesjid yang paling dekat dari rumah. Hehehehhh..

Cukup banyak yang berubah sejak terakhir kali saya sholat di tempat ini, yaitu Ramadhan 2008. Pembangunannya cukup signifikan meskipun desainnya masih sama. Jamaahnya pun masih sama, masih tetangga-tetanggaku yang dulu-dulu yang ketika bertemu, semuanya melontarkan pertanyaan.. “ehhh, kapan datang..”  Alhamdulillah, saya masih bisa dikenali mereka.. ^^

Imam masjidnya pun masih sama, Pak Mustari Idris *beliau adalah sohib bapakku..  J*

Malam itu, saya datangnya telat, nyampe masjid ketika Sholat Isya telah memasuki rakaat pertama. Jadinya dapat shaf paling belakang, meskipun mesjidnya tidak penuh. Sholat Isya tampaknya dipimpin oleh Pak Imam yang sudah cukup berumur karena tempo Sholatnya sangat slow. Dilanjutkan ceramah agama yang juga cukup lama. Kebiasaan di mesjid ini ternyata tidak berubah, yaitu Khotib ceramah agama diberi kehormatan memimpin Sholat Isya. Menjelang pukul 21.00, barulah Sholat Tarwih dimulai. Alhamdulillah, imamnya sudah beda. *Maapkan saya Pak Ustadz, Hehehh..* Sholat kami berjalan dengan cukup lancar, meskipun sedikit terusik dengan banyaknya anak-anak yang berkeliaran dan bermain di dalam mesjid. Ternyata, tak banyak yang berubah dari tempat ini..

4.   Mesjid Nurul Taqwa – 18 Agustus 2010

Sekembali dari Makassar, mesjid pertama yang kukunjungi adalah Mesjid Nurul Taqwa. Terinspirasi untuk mencoba sholat di mesjid ini ketika kami melewatinya dalam perjalanan menuju Mesjid Fastabiqul Khairat. Saat itu tampak halaman mesjid penuh dengan mobil berplat merah. Pejabat saja hobi sholat disini, tampaknya cukup menjanjikan nih.. *Dasar, parameter yang aneh.. hehehe.. *

Kali ini ada tambahan personil dalam parade kami, yaitu Mem Ikho dan Mem Irna yang akhirnya bisa bergabung bersama kami. Namun sayang, kami datangnya telat, padahal mesjidnya sudah full, sampe-sampe banyak yang sholat di pelataran teras samping dan belakang mesjid. Berhubung saya tidak membawa sajadah karena berharap bisa sharing sajadah dengan Mem Irna yang tak kunjung datang karena singgah isi bensin dulu, sedangkan Sholat Isyanya sudah mulai, terpaksa nekat nyelip-nyelip masuk mesjid dan dengan jeli mengeker apakah ada kemungkinan barisan shaf yang bisa disisipi. Akhirnya dapat nyisip di pojok paling belakang dan nebeng disajadah orang. Pikirku, yang penting sholat dululah. Urusan lain-lain belakangan saja. Setelah selesai sholat barulah saya meminta izin sama yang empunya sajadah. Seorang ibu dengan anaknya yang berusia sekitar 9 tahun. Ternyata, tempat kosong itu  sebenarnya disediakan untuk teman ibu ini yang baru akan nyusul ke mesjid pada waktu Sholat Tarwih. Tapi mungkin ibu ini iba melihat saya yang tak bermodal apa-apa, cuma modal mukenah, akhirnya mempersilahkan saya menggunakan space kosong tersebut dan dengan segera mengirimkan message ke temannya untuk mencari tempat di luar saja. Aduhhh, saya jadi tak enak nih, mana Mem Irna dan Mem Ikho tak ketahuan lagi dimana mereka berlabuh.. Apa mo dikata, dengan senyum inosen saya pun menerima kebaikan hati ibu ini. Masya Allah, di negeri orang, ketemu orang asing yang mau berbaik hati merupakan kesempatan yang jarang bisa dijumpai. Alhamdulillah..

Selanjutnya, ceramah agama yang dilanjutkan dengan Sholat Tarwih formasi 2-2-2-2 dan Sholat Witir 3 rakaat berjalan lancar. Namun sayangnya, karena saya di shaf belakang, banyak anak-anak yang bermain di sekitar saya yang cukup mengusik sholat. Belum lagi tak kebagian aliran udara hembusan kipas angin masjid. Jadinya kurang konsen deh sholatnya.

Selesai sholat, tak lupa berterima kasih pada ibu yang baik hati tersebut, barulah saya menemukan Mem Irna dan Mem Ikho yang ternyata nongkrong di shaf paling depan. Hoalahhh..

Keunikan lain yang saya temui, setelah jamaah meninggalkan mesjid ternyata ada sesi lanjutan oleh beberapa jamaah lain yang ingin menggenapkan Sholat Tarwihnya hingga 20 rakaat. Mereka sengaja men-skip Sholat Witir mereka. Ini bukti nyata pluralitas berbagai golongan yang bisa berdampingan secara harmonis dalam satu wadah. Subhanallah, pengalaman hari ini sangat sangat langka..

5.  Mesjid Akbar – 19 Agustus 2010

That day is another unique experience. Kali ini giliran Mr Cinda yang bergabung dalam formasi kami menggantikan absennya Mem Ikho. Datang lebih awal, jadi bisa milih spot yang punya akses leluasa ke system pendingin ruangan. Terpilihlah shaf kedua yang berhadapan langsung ke mimbar masjid. Shalat Isya, Tarwih dan Witir berlangsung lancar sebagaimana di mesjid lainnya. Yang unik adalah ceramah agamanya. Kali ini disampaikan oleh Ibu Ustadzah yang dengan gagah berani berdiri di atas mimbar. Subhanallah, dengan semangat dan kualitas yang tidak kalah dari kaum adam. Seumur-umur baru pertama kali saya menemui yang seperti ini, jadinya sedikit terpana. Maklumlah.. ^^

Pesan Bu Ustadzah, “Silahkan bekerja dan berkarir sesuai profesi Anda masing-masing, karena Allah SWT menuntut kita menjadi orang yang mampu agar dengan modal tersebut kita bisa banyak-banyak bersedekah pada orang lain. Namun bukan dengan menghalalkan segala cara hingga membawa kepada kekufuran. Karena hakikat bekerja adalah ibadah, untuk semakin mendekatkan diri pada Allah SWT.. *Voila.. Kebetulan yang sangat tepat. Sangat mengena dengan kondisi yang kutemui di kantor pada hari itu yang cukup membuatku dongkol*

6.  Mesjid RS Propinsi – 21 Agustus 2010

Telat lagi dehhh… Soalnya pake acara tersesat dulu.. Hehehehhh.. Kenapa mesjid ini kami pilih sebagai tujuan kami selanjutnya? Soalnya habis terawehan kita mo lanjut ke acara nikahan teman yang katanya tinggal dekat situ. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, parade kali ini cukup ramai dengan bergabungnya Mr Yus dan Mr Yoyon with partner ‘n sister. Jadilah kita berangkat ke TKP dengan mengendarai beberapa motor. Saya kebagian boncengan sama Mem Ikho. Maklumlah cewek tak segesit cowok, jadinya kita tertinggal jauh dari rombongan. Belum lagi tak tau tempatnya dimana, tak ayal lagi dengan sukses tersesatlah kami. Untung ada HP dengan stok pulsa yang masih bisa diandalkan yang akhirnya jadi penyelamat..

Sampai mesjid, Sholat Isya sudah di rakaat keempat, yahhh sayangnya.. Terpaksa sholat berjamaah sendiri bareng Mem Ikho. Kondisi masjid pun tidak begitu padat, ada beberapa shaf yang bolong-bolong dan tidak teratur hingga kami tidak kesulitan mendapatkan tempat. Padahal kondisi mesjid sebenarnya sangat kondusif, lapang, bersih dan nyaman. Overall, sholat berjalan lancar. Kendala yang ditemui, seperti biasa anak-anak yang gaduh, bahkan melintas-lintas dihadapan kami yang sedang sholat. Di samping itu sound system mesjid kurang memadai. Jadinya pas ceramah agama, materinya gak kedengaran jelas. Dengan demikian sukseslah jamaah pada sibuk dengan ceramah masing-masing..


Setelah beribadah, ada sesi tambahan pada malam itu. Yaitu sesi foto-foto di teras depan dan pelataran masjid yang dilanjutkan dengan sesi wisata kuliner gratisan di nikahan teman.. ^^

–> to be continued..

Advertisements

9 thoughts on “Safari Ramadhan 1431 H (Ep. 1)

  1. terus terang u/ nulis panjang bgni dalam sekali posting betul betul hal yg susah for me…great for u then…
    welcome to wordpress mem..

    • hehehehh.. yupz mem, pokoknya harus beda mesjid tiap hari ‘n
      t4 wisata kulinernya pun harus beda. jangan mas joko melulu,
      nanti bosanq penjualnya liatq.. 🙂

  2. wow….you are on of the “ibu ustaz” mem….datzga mem……kpn ki mw dtg memberikan siraman rohani di mesjid kampus mem uy???

  3. Look’s like this ramadhan is the most excited ramadhan you ever have. It’s fun to read this!
    Yg paling keren, nurul taqwa n akbar. Yg paling heboh RS Propinsi. penceramahnya ada banyak euy. hahahaha!!!

    • yupz.. there are a lot of new experiences this year..

      u know that, in Mesjid RS Propinsi, i’m one of the “penceramah”
      hahahahhh.. :Astagfirullah, maafkan saya Pak Ustadz..:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s