Seri Tukang Kebun Amatir [Part 1]

 

Halaman depan tampak tandus, banyak genangan air dan jadi lokasi kambing tetangga buang hajat. Ampunnn dahhh. Lirik-lirik ke tetangga, wah mereka mulai menggarap halamannya. Tak mau ketinggalan, mulailah saya berkutat dengan hal-hal yang berbau kebun. Untung ada kerabat yang bisa dibilang cukup “menggilai” hobi ini. Jadi yah, apa salahnya minta bantuan sang expert.

Sebagai tahap awal, beliau menyarankan untuk nanam rumput saja dulu, biar tampak lebih asri. Jatuhlah pilihan ke rumput jepang. Saya baru tau kalo rumput ini betulan eksis, kirain yang namanya rumput jepang itu adalah tali rafia. Hehehehhh.. dong dong, dong dong.. *Maklum, masih polos.. ^^

Ternyata cukup mudah menanam jenis rumput ini, tinggal disemai saja dan tunggu hasilnya beberapa hari kemudian. Insya Allah bakal tumbuh menyebar sendiri. Yang penting harus terkena sinar matahari langsung. Di samping itu rumput ini tidak boleh mendapat pupuk kandang karena akan menyebabkan tumbuhnya tanaman liar dan gulma. Nah, selain dapat menyejukkan mata, rumput juga dapat membuat visualisasi taman kita menjadi lebih luas walaupun lahan taman kita cukup terbatas.

Setelah proyek penanaman rumput selesai, mulai mikir-mikir lagi. Mo di kasih apa lagi yah? Nah sang expert ternyata dengan senang hati berkenan menyumbangkan 2 bibit cemaranya. *Asikkkkkkk.. Gratisannnn.. ^^* Katanya, cemara bertumbuh dengan lambat dan tidak terlalu merepotkan untuk dirawat. Oke, baiklah. Jadilah 2 bibit itu ditanam di sisi-sisi halaman depan. Karena bagian tengah taman masih kosong, sang expert menyarankan nanam pohon palm saja di sana. Tapi di kepalaku ada ide lain. Niatnya sih mo masang fountain [air mancur, red] di tengah-tengah situ, biar kesannya lebih fresh..

Setelah ngecek-ngecek ke toko tanaman dan aksesoris kebun, ternyata kisaran harga fountain itu beragam, mulai dari 700 ribuan – berjuta-juta. Wahh, wahh.. sekarang baru ngeh nih klo ternyata berkebun itu makan ongkos juga yah. Nah, karena lahan terbatas, tampaknya saya harus membuat sendiri desain model fountain yang saya inginkan, di samping masih kurangnya pilihan desain yang tersedia di pasaran daerah domisili saya. Kebanyakan fountain yang merteka tawarkan cukup memakan ruang karena telah dilengkapi dengan kolam. Jadi, untuk realisasinya, saya harus sedikit bersabar.

Walhasil, dalam beberapa hari terakhir fokus saya cukup terserap dalam hal ini. Bisa jadi berkebun menjelma jadi hobi baru yang menyenangkan. Di samping itu, ternyata banyak pengetahuan baru yang diperoleh. Ternyata, oh ternyata, tanaman kebun itu bisa mencapai harga puluhan juta loh. Wahhh, kenapa bisa ya, ini dia yang bikin penasaran. Padahal klo diamati, kadang-kadang jenis tanaman yang tumbuh liar tampak lebih indah di banding tanaman yang harganya sebandrol itu. Saya malah gak bisa membedakan sama sekali jenis tanaman yang mahal sama yang gratisan. Hehehhh..

But after all, whatever the kind of plants that you have, to see something that you take care by your own hands from the breeds, growth and growth till become a beautiful creature must be very interesting. Bisa jadi, 1 benih yang kita semaikan di tanah ini akan bersumbangsih banyak dalam meciptakan kondisi bumi yang lebih baik. So, Happy gardening.. ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s